selasa, 8 april 2014. Seperti biasa mama dan papa pulang dari tempat mbah putri di citarum untuk kembali ke rumah kita sendiri di dinar. Mama dan papa mampir ke warung mi ayam untuk makan, disaat mau selesai makan itulah mama mulai merasa sakit perut yag bisa dibilang kontraksi. Sakit itu terus berlangsung sampai di rumah, papa meminta mama untuk ke rumah sakit tapi mama bilang masih bisa menahan rasa sakit itu. Dua jam kemudian rasa sakit itu hilang, rasa sakit itu wajar muncul karena memang sebagai tanda kalau sudah waktunya kamu lahir di dunia ini.
Rabu, 9 April 2014 selepas sholat subuh, mama merasakan kontraksi lagi tapi lebih kencang, namun kontraksi itupun menghilang lagi. Mamapun beraktifitas seperti biasa, ke pasar dengan papa, masak karena kebetulan hari itu adalah hari pemilihan umum dan mama papa tidak bekerja karena libur. Selepas memasak, mama mulai merasakan kontraksi lagi dan lebih hebat dari sebelumnya, papapun memaksa mama untuk masuk rumah sakit. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter lewat telepon, mama dan papa berangkat ke rumah sakit. Bukan perjalanan yang mudah untuk sampai ke rumah sakit, tiba2 hujan turun dengan deras, papa meminggirkan motornya untuk memakai jas hujan. Mama sepanjang perjalanan menahan rasa sakit agar segera sampai ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, mama dan papa segera ke lantai 3 (ruang bersalin), dan suster segera menyuruh mama untuk berbaring dan mulai memasang alat yang gunanya untuk mengetahui denyut jantung buah hati mama dan papa. Suster menampakkan wajah khawatir dan berkali2 menanyakan apakah mama tidak mau melahirkan lewat operasi saja, ternyata denyut jantungmu mencapai angka 200 nak, padahal denyut jantung normal untuk bayi adalah 125-155 dan mama merasakan gerakan kamu tidak seaktif biasanya, mama dan papa mulai khawatir, demikian juga dr. wen yang menerima laporan dari suster yang memeriksa mama, akhirnya di putuskanlah operasi supaya kamu lahir dengan selamat, nak. Walaupun ada masalah dibiaya tapi papa meyakinkan mama kalau papa bisa mengusahakannya :')
Jam 18.00 mama masuk ruang operasi, segala macam alat dipasang di tubuh mama dan suntikan bius mulai disuntikkan di punggung mama, dalam kondisi sadar tapi tidak merasakan sakit (karena pengaruh bius lokal) dokter mulai masuk ruangan dan melakukan tindakan operasi, dokter membuat sayatan di perut mama sebagai jalan keluar kamu. Begitu kamu nampak, dokter tidak bisa mengeluarkan kamu sendirian, beliau butuh bantuan dokter anestesi(bius) dan beberapa suster/perawat untuk mendorong kamu keluar. Alhamdulillah, tepat oukul 18.35, kamu keluar nak, tapi tidak langsung terdengar tangis dari dirimu, dokter anak butuh beberapa waktu untuk membuat kamu bisa menangis dengan kencang, dan mama sangat bersyukur ketika pada akhirnya kamu bisa menangis dengan kencang.
Perawat/ Suster membersihkan kamu, sementara perut mama mulai dijahit. Lalu suster mendekatkan kamu ke mama agar mama bisa melihat dan menciummu, tapi itu hanya sebentar dan mama kurang puas melihatmu. Tapi mama harus ikhlas agar kamu bisa mendapatkan perawatan dengan baik.